Cagar Alam Mutis

Pintu masuk ke Cagar Alam Mutis terdapat di desa Fatumnasi. Cagar Alam Mutis yang merupakan pusat keanekaragaman hayati flora dan fauna pulau Timor. Lokasi Mutis dan sekitarnya adalah “jantung pulau Timor” karena merupakan daerah tangkapan air penting bagi pulau Timor khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain dan DAS Noelmina. Menurut data WWF terdapat kurang lebih […]

Sumber : Tim Digital Literasi Pariwisata NTT, Kab.TTS

Pintu masuk ke Cagar Alam Mutis terdapat di desa Fatumnasi. Cagar Alam Mutis yang merupakan pusat keanekaragaman hayati flora dan fauna pulau Timor.

Lokasi Mutis dan sekitarnya adalah “jantung pulau Timor” karena merupakan daerah tangkapan air penting bagi pulau Timor khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain dan DAS Noelmina. Menurut data WWF terdapat kurang lebih 300 sumber mata air yang terdapat di Cagar Alam ini. DAS besar yang besumber dari Cagar Alam Mutis adalah DAS Benenain yang meliputi kabupaten TTS, TTU dan bermuara di Kabupaten Belu; dan DAS Noelmina yang meliputi Kabupaten Kupang dan bermuara kembali di Kabupaten TTS serta DAS Noelfail yang bermuara di negara-Timor Leste.

Wilayah Cagar alam Mutis membentang seluas 12.315,61 hektar di wilayah dua kabupaten yaitu di Kabupaten TTS dan Kabupaten TTU. Luas ini meliputi wilayah 15 desa di kedua Kabupaten yaitu Desa Fatumnasi, Kuan Oel, Tune, Tutem, Bonleu, Pubasu, Saubalan, Nuapin, Nenas, Mutis, Noe Pesu, Tasinifu, Naekake, dan Fatuneno.

Cagar Alam yang ditetapkan dengan Keputusan Mentri Kehutanan RI tanggal 14 Mei 2014 ini mempunyai topografi yang bergelombang, berbukit sampai bergunung dengan ketinggian antara 800-2.427 meter dari permukaan laut dengan kemiringan berkisar antara 15%-40%.

Curah hujan di wilayah cagar alam ini cukup tinggi yaitu 2.668mm per tahun. Curah hujan terbesar terjadi antara bulan Agustus sampai Juli.

Kawasan Cagar Alam Mutis dan sekitarnya termasuk type hutan hujan yang cenderung homogen. Terdapat 29 jenis tumbuhan berkayu yang tumbuh di kawasan ini dan didominasi oleh jenis yang disebut masyarakat lokal dengan ampupu (Eucalyptus urophylla). Jenis lain yang menonjol adalah Podocarpus sp, Casuarinas junghuniana Mig dan Celtis wightii plach.

Satwa liar yang hidup di cagar alam ini sangat beragam antara lain 36 famili dan 84 species burung, 12 specias mamalia, dan 16 species kupu-kupu. Dalam kelompok mamalia terdapat berbagai jenis kelelawar, kuda liar (Equus pezwalskii), Kus-kus putih (Phalanger vestitus), Kus-kus Abu-abu Hitam (Phalanger gymnotis), Kus-kus Cokelat Kuning (Phalanger vestitus), Musang (Viverra sp), babi hutan (Sus scrofa), Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Kucing Hutan (Felis prionailurus).

Dari Desa Fatumnasi, pengunjung langsung masuk ke Cagar Alam melewati gerbang Cagar Alam Mutis. Pengujung wajib melapor ke pihak ke Resort Konservasi Wilayah Mutis yang tepat berada di pintu gerbang menuju Cagar Alam.

Jumlah pengunjung ke Cagar Alam ini terhitung cukup tinggi. Menurut data BKSA selama tahun 2018 terdapat kurang lebih 2.000 orang berkunjung ke lokasi ini, tidak termasuk penduduk lokal yang melintas di dalamnya atau yang tinggal di dalam wilayah ini.

Atraksi wisata alam yang ditawarkan oleh Cagar Alam Mutis antara lain Gua Kelelawar, Vegetasi Bonsai Alam, Benteng Bi Tasi dan Bi Nau, Savana Lelo Fui dan Fet In, serta Gunung Mutis sendiri sebagai puncak tertinggi di pulau Timor.

Sumber : Tim Digital Literasi Pariwisata NTT, Kab.TTS
Posting :
Fajar Manik

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *