Gua Kelelawar (Nua Ba’u)

Pertualangan pengunjung dimulai tak jauh dari gerbang Cagar Alam. Sekitar kurang dari 500 meter dari gerbang Cagar Alam, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan savanna, hutan dan batuan pegunungan yang indah. Pemandangan ini menjadi lebih indah ketika kehadiran pengunjung bertepatan dengan turunnya hujan dan kabut. Kabut biasanya banyak terjadi pada musim penghujan atau kabut pada musim […]

Sumber : Tim Digital Literasi Pariwisata NTT, Kab.TTS

Pertualangan pengunjung dimulai tak jauh dari gerbang Cagar Alam. Sekitar kurang dari 500 meter dari gerbang Cagar Alam, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan savanna, hutan dan batuan pegunungan yang indah.

Pemandangan ini menjadi lebih indah ketika kehadiran pengunjung bertepatan dengan turunnya hujan dan kabut. Kabut biasanya banyak terjadi pada musim penghujan atau kabut pada musim panas yang biasanya muncul mulai sore sampai pagi harinya. Batu-batuan tua itu menjadi lebih indah seakan tak termakan oleh zaman, dan pepohonanpun bagai telah berabad. Belum lagi kuda-kuda berlarian di padang nan hijau. Lokasi yang indah ini disebut Hal In yang berarti tempat yang nyaman atau tempat tidur.

Di lokasi ini terdapat sebuah gua yang disebut Gua Kelelawar. Gua ini berada di puncak sebuah gunung batu dan jika pengunjung melakukan pendakian selama beberapa menit akan mencapai gua ini yang merupakan habitat berbagai jenis kelelawar dan burung walet. Di dalam gua terdapat sebuah tembusan ke sisi lain batu tersebut yang menawarkan panorama indah alam Fatumnasi dan sekitarnya

Sumber : Tim Digital Literasi Pariwisata NTT, Kab.TTS
Posting : Fajar Manik

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *