Kampung Adat Praijing Prailiu Waingapu Jadi Kampung Digita

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, meresmikan Kampung Digital dan Piloting QR Code Indonesia Standard (QRIS) di Kampung Adat Praijing Prailiu Waingapu Kabupaten Sumba Timur . UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat dan jika ekonomi kuat, stabilitas moneter juga terjaga. BI berusaha memajukan UMKM, dan salah satunya melalui implementasi QRIS. Melalui rilis dari BI […]

Sumber : Istimewa

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, meresmikan Kampung Digital dan Piloting QR Code Indonesia Standard (QRIS) di Kampung Adat Praijing Prailiu Waingapu Kabupaten Sumba Timur .

UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat dan jika ekonomi kuat, stabilitas moneter juga terjaga. BI berusaha memajukan UMKM, dan salah satunya melalui implementasi QRIS.

Melalui rilis dari BI yang diterima Pos Kupang, Rabu (26/2), mengatakan, peresmian tersebut ditandai dengan scan QR didampingi oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Komunikasi, Onny Wijanarko, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Bupati Sumba Timur , Gidion Mbilijora dan Direktur Pemasaran dana PT Bank NTT, Alex Riwu Kaho.

Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BI terhadap masyarakat NTT, khususnya Kabupaten Sumba Timur dengan membangun galeri tenun ikat Sumba di kampung adat Praingu Prailiu, mendukung budidaya rumput laut sebagai komoditas ekspor unggulan dan juga dilakukan peresmian program Kampung Adat Praingu Prailiu sebagai kampung wisata digital sekaligus melakukan piloting QRIS untuk transaksi pembayaran non tunai.

Menurutnya, peresmian Kampung wisata digital dan piloting QRIS di kampung adat Praingu Prailiu merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Timur , Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dan Bank NTT.

Dia mengatakan, program Kampung Adat Digital mendukung Gubernur NTT untuk pengembangan pariwisata sebagai prime mover ekonomi NTT.

Menurutnya, QRIS yang mengusung semangat UNGGUL (Universal, Gampang, Untung dan Langsung bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dikatakannya, dengan program Kampung wisata digital maka memudahkan semua wisatawan pengunjung untuk mencari informasi dari sebuah destinasi wisata atau produk kerajinan seperti tenun ikat melalui scan QR pada produk.

Selain itu, katanya, menunjang kemudahan aktivitas para wisatawan dengan efisiensi transaksi pembayaran melalui penerapan QRIS.

Sumber : (istimewa/pos kupang)
Posting : Fajar Manik

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *