Laut Mati Bukan Saja di Israel namun Juga di Rote Ndao, Lihat Keindahannya

KUPANG – Bukan saja di Israel yang memiliki Laut Mati, tetapi di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT juga ada laut mati. Potensi ini bisa dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata. Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT asal Rote Ndao, Cornelis Feoh , Selasa (21/1/2020). Menurut Cornelis, selama ini poteni laut mati itu ada hanya saja […]

Sumber : (www.indonesiakarya.com)

KUPANG – Bukan saja di Israel yang memiliki Laut Mati, tetapi di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT juga ada laut mati. Potensi ini bisa dikembangkan menjadi salah satu obyek wisata.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD NTT asal Rote Ndao, Cornelis Feoh , Selasa (21/1/2020).

Menurut Cornelis, selama ini poteni laut mati itu ada hanya saja tidak dieksplor oleh masyarakat.

“Jadi kalau bicara soal laut mati , bukan saja di luar negeri tapi kita di Rote Ndao juga ada laut mati ,” kata Cornelis.

Dijelaskan, laut mati ini terletak di perairaan laut Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao.Ditanyai soal nama laut mati, DPRD Rote Ndao 15 tahun ini mengakui, nama laut mati itu diberikan karena lautnya tidak begitu asin dan juga tidak begitu tawar. “Ikan yang ada di lokasi ini adalah ikan air tawar. Karena itu, lokasi ini bisa dijadikan salah satu destinasi wisata NTT,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD NTT ini mengatakan, selain laut mati ada potensi wisata lainnya yang sudah dikenal luas seperti, Nemberala, Batu Termanu dan terakhir ini ada Mulut Seribu yang kini sudah dikembangkan.

“Saya beri apresiasi kepada bapak gubernur saat ini yang menjadikan pariwisata sebagai prime mover. Khusus di Rote Ndao mulai dikembangkan destinasi Mulut Seribu, sehingga ada Nemberala dan juga ada Mulut Seribu,” katanya.

Dikatakan, khusus Nemberala, ombaknya terbaik kedua di dunia setelah Hawai, bahkan lebih bagus ombak di Bali.

“Dulu saya DPRD kabupaten ,kita selalu gelar lomba selancar bagi wisatawan.Dulu kita belum target PAD, kita sebarkan informasi, promosi dan benahi sarana prasarana. Sampai saat ini juga belum tarik PAD,” ujarnya.

Dia mengharapkan, dengan pengembangan dan pembenahan saat ini, maka pemerintah bisa menarik pendapatan dari destinasi-destinasi wisata di Rote Ndao.

“Saya optimis kedepan, pariwisata Rote Ndao bisa go internasional,” ujarnya.

Sumber : (www.indonesiakarya.com)
Posting : Fajar Manik

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *