MEMBANGUN EKOWISATA DESA SEBAGAI RING OF BEAUTY NTT

Dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata NTT sebagai Ring of Beauty, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT bekerjasama dengan pelaku pembangunan pariwisata berinisiasi melahirkan sebuah media atau wahana untuk pembangunan Ekowisata Desa NTT yang diberi nama Sekolah Lapang Ekowisata Desa (SLE) Exotic NTT. Pelaku yang terlibat antara lain ASITA, IVENDO, PHI, PHRI dan lainnya. […]

Sumber : Paul J. Andjelicus / Perencana Muda Dinas Parekraf Provinsi NTT

Dalam rangka mendukung pembangunan pariwisata NTT sebagai Ring of Beauty, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT bekerjasama dengan pelaku pembangunan pariwisata berinisiasi melahirkan sebuah media atau wahana untuk pembangunan Ekowisata Desa NTT yang diberi nama Sekolah Lapang Ekowisata Desa (SLE) Exotic NTT. Pelaku yang terlibat antara lain ASITA, IVENDO, PHI, PHRI dan lainnya. SLE merupakan media dan jejaring pertukaran informasi dan pengetahuan terkait pembangunan Ekowisata Desa di NTT.

Di masa pendemi Covid-19, sektor pariwisata NTT mendapat dampak paling signifikan sehingga perlu dilakukan upaya untuk tetap membangkitkan semangat agar tetap produktif. Dampak yang timbul tersebut perlu dicarikan solusi – solusi dan hal ini membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama. Sementara itu desa – desa di NTT mempunyai keindahan alam yang berpotensi untuk menjadi desa wisata yang tidak kalah dengan desa wisata lainnya di Indonesia, jika ditangani dengan benar dan tetap menjaga kesimbangan lingkungan alam dan sosial budayanya.

Dari berbagai pengalaman, perjalanan dan aksi nyata yang sudah dilakukan para pelaku pembangunan dan penggiat pariwisata di NTT yang tergabung dalam SLE ini akan menjadi bahan informasi dan pembelajaran berharga dalam membangun dan mengembangkan Ekowisata Desa di NTT. Informasi ini yang akan coba dikumpulkan dan diramu melalui SLE dan Dinas Parekraf Provinsi NTT berinisiatif untuk menggelar serial diskusi Pariwisata Bangkit: Hadapi Covid-19 Tetap Produktif yang kedua dengan topik Pengembangan Ekowisata Desa, Ring of Beauty di NTT pada Senin 4 Mei 2020. Pelaksanaan dilakukan secara virtual meeting dengan menghadirkan beberapa pembicara terkait seperti Pihak BOP Labuan Bajo Flores, penggiat pariwisata Alor dan Sikka, Direktur PLSDH Kemendesa, PDT dan Transmigrasi RI serta Asosiasi Kita Pariwisata.

Hasil dari diskusi kedua ini antara lain:

  1. NTT memiliki desa – desa yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata dan sudah ada beberapa desa wisata di NTT sehingga dapat menjadi model bagi pengembangan desa wisata lainnya di NTT.
  2. Terjadi pergeseran pola wisata dari wisata masal menjadi wisata minat khusus/alternatif yang menekankan pada kegiatan wisata untuk menikmati alam dan berinteraksi dengan masyarakat lokal, sehingga peluang desa di NTT untuk menjual keunikan alam dan budayanya sangat besar.
  3. Desa wisata di NTT perlu mempersiapkan diri menghadapi bangkitnya sektor pariwisata jika masa pendemi Covid-19 berakhir. Sektor pariwisata diprediksi akan menjadi sektor pertama yang bangkit dan booming lagi, karena masyarakat selama ini sudah bosan dan lelah secara psikologis terus menerus berada dan bekerja di rumah. Masyarakat akan keluar mencari suasana baru dan mencari tempat – tempat wisata terdekat termasuk desa – desa yang mempunyai keindahan alam.
  4. Untuk membangun desa wisata di NTT membutuhkan beberapa hal meliputi adanya keunikan dari desa tersebut, melibatkan masyarakat dalam semua tahapan pengembangan termasuk penguatan SDM masyarakat setempat, membangun jejaring kemitraan yang kuat dengan semua pelaku pariwisata dan penggunaan teknologi informasi untuk pemasaran pariwisata serta memperhatikan keseimbangan lingkungan alam dan sosial budaya setempat (berkelanjutan).
  5. Isu kesehatan, kebersihan dan keamanan akan menjadi isu utama dalam kegiatan wisata pasca Covid-19, sehingga semua destinasi wisata termasuk desa wisata di NTT perlu menerapkan standar dan protokol terkait isu ini.

Sumber : Paul J. Andjelicus / Perencana Muda Dinas Parekraf Provinsi NTT
Posting : Fajar Manik

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *